Saat inilah masa-masa kegalauan mencari Universitas yang nantinya akan menjadi awal dimana insyayesus gue akan menjadi orang yang sukses sedang melanda. Ya Tuhan, gak kerasa udah mau kuliah. I hate this time, but life must go on baby. Dimana gencarnya setiap siswa siswi harus mengikuti test yang diadakan setiap Perguruan Tinggi lagi amat sangat membarak. Untuk pilihan pertama tentunya Universitas Indonesia. Ya ya ya, siapa sih yang gak bermimpi untuk mendapatkan one of the yellow jacket itu? Gue mau banget. Harapan pasti ada, tinggal usaha, perjuangan dan doa yang harus dilakukan. Tuhan itu baik, percaya deh, Ia akan membantu setiap umat-Nya. Perguruan Tinggi Negeri memang sangat bagus, namun gak kalah dong Perguruan Tinggi Swasta juga. That's why I chose Bina Nusantara University for my second choice.
Sedikit cerita nih,
Sedikit cerita nih,
Tepatnya hari Minggu (30/1/2011) akhirnya gue melaksanakan test saringan masuk di Binus. Gila! Mati-matian gue belajar gambar buat test yang dilaksanakan pada hari itu. Soalnya gue milih jurusan DKV. Yang gatau dkv mungkin tau desain grafis atau semacam itu deh. Jelas jurusan yang berbau gambar, foto, dan karya-karya seni. Langsung aja deh gue ceritain gimana test itu berlangsung.
Pertama, angket harus gue isi dan itu memakai waktu (jadi harus extra cepat ngisinya dong), abis itu dimulai dengan test matematika dasar (puji Tuhan, matematikanya tidak seperti yang gue bayangkan dengan soal matriks, determinan, atau sebangsanya) semua menggunakan waktu yang bikin gue agak muak dan jengkel. Intinya harus gerak cepat deh. Dan akhirnya test psikotes pun terpampang dilayar komputer. "Waduh? Ini otak gue yang pendek apa emang soalnya yang aujubilahminzalik bikin males buat diliat?" bisa bayangin kan seperti apa soalnya dengan pikiran gue yang seperti itu. Shit oh shit.
Pertama, angket harus gue isi dan itu memakai waktu (jadi harus extra cepat ngisinya dong), abis itu dimulai dengan test matematika dasar (puji Tuhan, matematikanya tidak seperti yang gue bayangkan dengan soal matriks, determinan, atau sebangsanya) semua menggunakan waktu yang bikin gue agak muak dan jengkel. Intinya harus gerak cepat deh. Dan akhirnya test psikotes pun terpampang dilayar komputer. "Waduh? Ini otak gue yang pendek apa emang soalnya yang aujubilahminzalik bikin males buat diliat?" bisa bayangin kan seperti apa soalnya dengan pikiran gue yang seperti itu. Shit oh shit.
Hmm, akhirnya gue hanya bisa mengerjakan 25 soal dari beberapa soal yg tersisa. Yakin, pasrah, lelah. Dan ini dia yang ditunggu-tunggu. Test english (toefl). Ya memang sih gue gak pernah ikut les toefl atau test toefl sebelumnya, namun keyakinan gue untuk mengerjakan soal itu ya bisalah. Anggep aja okelah hahaha ya jaman sekarang mosok anak muda gak bisa bahasa inggris, mau dikata apa? Hehe at least gue udah mengerjakan semua soal dengan kemampuan gue. i do my best, let God do the rest.
Nah ini nih yang paling agak males untuk gue ceritain. Tapi gak saik ah kalo gak diceritain. Yes.. Test menggambar . . . . . . . . . . . . . . mendadak keringet dingin. Kertas gambar A3 dibagikan keseluruh peserta. Merinding dikit. Dan soal untuk test menggambar adalah,
1. Ilusikan fungsi gadget favorit kamu dalam kehidupan sehari-hari.
2. Gambarkan seorang penjual eskrim keliling sedang membagikan eskrim kepada sekerumpulan anak di pemukiman.
SHIT! Rasanya mau pulang aja. Mau teriak sekeras-kerasnya kalo i have no idea buat menggerakan tangan gue dengan pensi 2B itu. Mau gak mau, terima gak terima harus diisi dong kertas gambarnya. Yaudahlah akhirnya gue memilih option pertama dan mulai menguras otak untuk menggambarkan apa yang ada diotak gue saat itu. 1 jam kemudian otak udah mulai kosong. Gue kumpulin hasil karya gue yang bisa dibilang gak sebagus orang dibangku sebelah gue. Minder nih ceritanya. Bodo amat gue gak keterima, gue gak bisa jadi gue gak bisa memaksakan. Ceritanya ngedumel. Udah pesimis. Ah.
1. Ilusikan fungsi gadget favorit kamu dalam kehidupan sehari-hari.
2. Gambarkan seorang penjual eskrim keliling sedang membagikan eskrim kepada sekerumpulan anak di pemukiman.
SHIT! Rasanya mau pulang aja. Mau teriak sekeras-kerasnya kalo i have no idea buat menggerakan tangan gue dengan pensi 2B itu. Mau gak mau, terima gak terima harus diisi dong kertas gambarnya. Yaudahlah akhirnya gue memilih option pertama dan mulai menguras otak untuk menggambarkan apa yang ada diotak gue saat itu. 1 jam kemudian otak udah mulai kosong. Gue kumpulin hasil karya gue yang bisa dibilang gak sebagus orang dibangku sebelah gue. Minder nih ceritanya. Bodo amat gue gak keterima, gue gak bisa jadi gue gak bisa memaksakan. Ceritanya ngedumel. Udah pesimis. Ah.
Gak lama setelah 2 hari nunggu hasil test, abang gue nanya nomor registrasi gitu. Oh, ternyata dia yg mau cek kalo gue lulus apa gak. Ya gue sih santai-santai aja, lagi disekolah kan tuh walaupun kepikiran sih. Dag dig dug juga. 5 sampe 10 menit kemudian. Eh ada bbm. Ternyata nyokap. "Ta lo lulus tuh." kayaknya bukan nyokap nih yang nulis. Gak lama abis baca bbm, gue diam sejenak . . . . . . . . abis itu gak lama gue teriak. Kegirangan sendiri. Hahahaha. Gue seneng ternyata gue lulus test. Tuhkan, betapa baiknya Tuhan melihat jerih payah gue untuk mengerjakan soal-soal aujubilahminzalik itu. Tenang banget rasanya. Setidaknya gue udah punya pillihan Universitas. Praise the Lord.
Ini sih yang mau gue ceritain ke kalian, bahwa perjuangan akan membuahkan hasil. Seberapa sulit sesuatu yang dihadapi pasti akan ada hasilnya yang mudah-mudahan bikin tersenyum. Tekad yang bisa membangun optimisme kita. Keyakinan dalam melakukan sesuatu itu adalah kunci dalam keberhasilan.
Rgrds,
No comments:
Post a Comment